BRMP Kalsel bersama BWS Kalimantan III bersama Tangani Kekeringan Lahan Pertanian
BANJAR (brmp-kalsel) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) melaksanakan verifikasi laporan data lahan terdampak kekeringan serta monitoring kesiapan lahan Program PM-AAS. dan ketersediaan air di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian laporan lahan terdampak kekeringan dengan kondisi aktual di lapangan, sekaligus memantau kesiapan lahan untuk pelaksanaan program PM-AAS. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara BRMP Kalimantan Selatan dan BWS dalam mengatasi kendala ketersediaan air untuk mendukung kegiatan pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, BWS telah melakukan upaya pengairan pada lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi tanaman serta mengurangi dampak kekeringan terhadap kegiatan budidaya pertanian di wilayah tersebut.
Selain penanganan lahan terdampak kekeringan, BWS juga memberikan dukungan pengairan untuk kesiapan lahan Program PM-AAS seluas 10 hektare di Desa Penggalaman. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan lahan agar siap dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya dan mendukung percepatan tanam sesuai dengan rencana pelaksanaan program.
Verifikasi dan monitoring lapangan ini menjadi langkah penting untuk memperoleh data aktual mengenai kondisi lahan dan ketersediaan air. Dengan demikian, penanganan permasalahan kekeringan serta perencanaan kegiatan pertanian dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Sinergi antara BRMP Kalimantan Selatan dan BWS menunjukkan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan kekeringan dan memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penanganan lahan terdampak kekeringan dan dukungan pengairan pada lahan PM-AAS seluas 10 hektare dapat membantu menjaga produktivitas pertanian serta mendukung percepatan tanam dan keberhasilan program peningkatan produksi pangan di Kabupaten Banjar.